Mengembalikanjendela pada ukuran semula. Menutup dan mengakhiri jendela program yang sedang aktif. Perlu diketahui, jika tombol diklik maka akan berubah menjadi tombol . Fungsi tombol baru ini adalah untuk memperbesar ukuran jendela satu layar penuh. Keadaan ini akan berlaku juga sebaliknya. 5. Ribbon
100% found this document useful 8 votes29K views92 pagesDescriptiongambar teknik utk mahasiswa tenikCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsPDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 8 votes29K views92 pagesBab IV Gambar Teknik Jump to Page You are on page 1of 92 You're Reading a Free Preview Pages 7 to 13 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 19 to 46 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 54 to 62 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 67 to 71 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 80 to 90 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Luasbagian bawah rumah adalah 32 m 2 jika pada lantai tersebut akan dipasang ubin ukuran 40 cm x 40 cm berapa buah ubin yang dibutuhkan dan jika harga 1 ubinnya 8.000 berapa uang yang harus sobat keluarkan?Luas 1 buah ubin = 0,4 x 0,4 = 0,16 m 2 Jumlah ubin minimal = 32/ 0,16 = 200 ubinJumlah uang = 200 x 8.000 = Rp1.600.000
Uploaded byWahyu Prasetya 100% found this document useful 10 votes5K views3 pagesDescriptionSOAL GAMBAR TEKNIKCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document100% found this document useful 10 votes5K views3 pagesSoal Gambar Teknik Uas Kelas 1Uploaded byWahyu Prasetya DescriptionSOAL GAMBAR TEKNIKFull descriptionJump to Page You are on page 1of 3Search inside document Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Perbandinganskala ukuran pada sumbu x = 1 : 1, pada sumbu y = 1 : 2, dan pada sumbu z 1 : 1. Teknik Pemesinan 102. Gambar 5 25. Proyeksi dimetris Gambar kubus yang di gambarkan dengan proyeksi dimetris di bawah ini, mempunyai sisi-sisi 40 mm. Keterangan: • Ukuran pada sumbu x digambar 40 mm • Ukuran gambar pada sumbu y digambar 1/2 nya
Gambar Potongan Sebagian Gambar potongan sebagian disebut juga potongan lokal atau potongan setempat lihat contoh Gambar Gambar Potongan Putar Gambar potongan putar dapat diputar setempat seperti tampak pada Gambar atau dapat juga penempatan potongannya seperti pada Gambar Gambar Potongan Bercabang atau Meloncat Perhatikan contoh Gambar berikut. Garis Arsiran Untuk membedakan gambar proyeksi yang dipotong dengan gambar pandanagn, maka gambar potongan/ irisan perlu diarsir. Arsir yaitu garis-garis miring tipis yang dibatasi oleh garis-garis batas pemotongan. Lihat Gambar di bawah. a Macam-macam Arsiran Hal-hal yang perlu diperhatikan pada gambar yang diarsir antara lain sudut dan ketebalàn garis arsiran bidang atau pengarsiran pada bidang yang luas pengarsiran bidang yang berdampingan pengarsiran benda-benda tipis peletakan angka ukuran pada gambar yang diarsir macam-macam garis arsiran yang disesuaikan dengan bendanya. Sudut dan Ketebalan Garis Arsiran Sudut arsiran yang dibuat adalah 450 terhadap garis sumbu utamanya, atau 450 terhadap garis batas gambar, sedangkan ketebalan arsiran digunakan garis tipis dengan perbandingan ketebalan sebagai berikut lihat tabel Dari tabel di atas kita dapat menentukan ketebalan garis arsiran yang disesuaikan dengan garis gambarnya. Jika garis tepi/gambar mempunyai ketebalan 0,5 mm maka garis-garis arsirnya dibuat setebal 0,25 mm. Sudut dan ketebalan garis arsiran dapat dilihat pada gambar berikut. b Penggarisan Pada Bidang yang Luas dan Bidang Berdampingan Untuk potongan benda yang luas, arsiran pada bidang potongnya dilaksanakan pada garis tepi garis-garis batasnya lihat Gambar Untuk pemotongan meloncat atau pemotongan bercabang, ada bidang-bidang potong yang berdampingan, maka batas-batas bidang yang berdampingan tersebut harus dibatasi oleh garis gores bertitik sumbu dan pengarsirannya harus turun atau naik dan ujung arsiran yang lainnya lihat Gambar c Pengarsiran Benda-benda Tipis Untuk gambar potongan benda-benda tipis atau profil-profil tipis maka pengarsirannya dibuat dengan cara dilabur lihat Gambar d Angka Ukuran dan Arsiran Jika angka ukuran terletak pada arsiran karena tidak dapat dihindari, maka angka ukurannya jangan diarsir lihat Gambar e Macam-macam Arsiran Perhatikan Gambar berikut ini. Keterangan a = Besi tuang b = Aluminium dan panduannya c = Baja dan baja istimewa d = Besi tuang yang dapat ditempa e = Baja cair f = Logam putih g = Paduan tembaga tuang h = Seng, air raksa Ukuran Pada Gambar Kerja Sesuai dengan standar ISO ISO/DIS 128, telah ditetapkan bahwa gambar proyeksi di Kuadran I dan gambar proyeksi di Kuadran III dapat digunakan sebagai gambar kerja, dengan ketentuan kedua macam proyeksi tersebut tidak boleh dilakukan/dipakai secara bersama-sarna dalam satu gambar kerja. Gambar kerja adalah gambar pandangan-pandangan, potongan/irisan dengan memperhatikan kaidah-kaidah proyeksi, baik proyeksi di kuadran I Eropa maupun proyeksi di kuadran III Amerika. Gambar kerja harus memberikan informasi bentuk benda secara lengkap. OIeh karena itu, ukuran pada gambar kerja harus dicantumkan secara Iengkap. a Ketentuan-ketentuan Dasar Pencatuman Ukuran Agar tidak menimbulkan keraguan di dalam membaca gambar, maka pada gambar kerja harus dicantumkan ukuran dengan aturanaturan menggambar yang telah ditetapkan, ketentuan-ketentuan tersebut meliputi ketentuan Menarik garis ukur dan garis bantu Menggambar anak panah Menetapkan jarak antara garis ukur Menetapkan angka ukuran Menarik Garis ukur dan Garis Bantu Garis ukur dan garis bantu dibuat dengan garis tipis perbandingan ketebalan antara garis gambar dan garis ukur/bantu lihat Tabel 4. Contoh Menetapkan Jarak antara Garis Ukur Jika garis ukur terdiri atas garis-garis ukur yang sejajar, maka jarak antara garis ukur yang satu dengan garis ukur Iainnya harus sarna. Selain itu perlu diperhatikan pula ganis ukur jangan sampai berpotongan dengan ganis bantu, kecuali terpaksa. Garis gambar tidak boleh digunakan sebagai garis ukur. Garis sumbu boleh digunakan sebagai garis bantu, tetapi tidak boleh digunakan langsung sebagai garis ukur. Untuk menempatkan garis ukur yang sejajar, ukuran terkecil ditempatkan pada bagian dalam dan ukuran besar ditempatkan di bagian luar. Hal mi untuk rnenghindari perpotongan antara garis ukur dan garis bantu. Jika terdapat perpotongan garis bantu dengan garis ukur, garis bantunya diperpanjang 1 mm dan ujung anak panahnya. Garis ukur pada umurnnya tegak lurus terhadap garis bantunya, tetapi pada keadaan tertentu garis bantu boleh dibuat miring sejajar/paralel. Sebagai contoh, dapat dilihat pada gambar berikut. Keterangan Garis ukur yang sejajar Garis bantu yang berpotongan tidak dapat dihindarkan Garis sumbu yang digunakan secara tidak langsung sebagai garis bantu Garis ukur yang terkecil ditempatkan di dalam Garis ukur tambahan pelengkap Perpanjangan garis bantu dilebihkan ± 1 mm dan garis ukurnya/ujung anak panahnya Penempatan ganis ukur yang sempit Garis bantu yang paralel jika diperlukan Penulisan Angka Ukuran Penulisan angka ukuran ditempatkan di tengah-tengah bagiar atas garis ukurnya, atau di tengah-tengah sebelah kiri ganis ukurnya. Untuk kertas gambar berukuran kecil maka penulisan angka ukuran pada garis ukur harus tegak, kertas gambarnya dapat diputar ke kanan, sehingga penulisan dan pernbacaannya tidak terhalik. Angka ukuran harus dapat dibaca dari bawah atau dari sisi kanan ganis ukurnya. lihat Gambar Jika kertas gambar diputar ke kiri, akan menghasilkan angka ukuran yang terbalik. Ukuran c pada gambar di atas adalah penulisan angka ukuran yang terbalik. a Klasifikasi Pencatuman Ukuran Benda-benda yang diukur mempunyai bentuk yang bermacammacam, fungsi, kualitas, atau pengerjaan yang khusus. Oleh karena itu pencatuman ukuran diklasifikasikan menjadi Pengukuran dengan dimensi fungsional Pengukuran dengan dirnensi nonfungsional Pengukuran dengan dimensi tambahan Pengukuran dengan kemiringan atau ketirusan Pengukuran dengan bagian yang dikerjakan khusus Pengukuran dengan kesimetrian
\njika angka ukuran terletak pada arsiran maka angka ukurannya
Jikaangka ukuran terletak pada arsiran, maka angka ukurannya: A. Harus diarsir B. Harus besar ukurannya C. Jangan diarsir D. Harus kecil E. Disesuaikan dengan bentuk arsiran ANSWER: C
Guru Vokasi - Seorang drafter ketika menggambar sebuah komponen-komponen mesin harus digambarkan dengan jelas agar tidak terjadi kesalahan penyampaian informasi. oleh sebab itu perlu adanya pemberian ukuran dan penandaan-penandaan ukuran yang sesuai dengan standar operasional penggambaran. walaupun gambar komponen terseut sudah diberi ukuran dan penandaan yang jelas namun ada beberapa bagian dari komponen yang tertutupi haru ditampilkan. adanya bagian yang tertutupi tersebut dapat menyebabkan informasi gamabr kurang jelas. Untuk menggambarkan bagian-bagian yang tertutupi maka diperlukannlah teknik potongan ini, sehingga bagian yang tertutupi dapat di tampikan dengan Tanda silang x pada huruf a, b, c, d atau e pada jawaban yang paling benar pada Latihan Soal Teknik Pemesinan Gerinda berikut ini. 1. berikut ini yang termasuk tanda pemotongan adalah garis a. Lurus kontinu b. Tebal c. Tebal bergelombang bebas d. Tebal berzig-zag e. Tipis berzig-zag Jawaban yang benar dari pertanyaan diatas adalah e. Tipis berzig-zag 2. Kemiringan gans arsir terhadap suatu sumbu atau terhadap garis gambar adalah .... a. 15° b. 30° c. 37° d. 45°. e. 60° Jawaban yang benar dari pertanyaan diatas adalah d. 45°. 3. Dua objek yang terpotong disatukan dan ditampilkan dengan hanya satu potongan saja adalah gambar potongan a. penuh b. separuh c. bercabang d. putar e. arsir Jawaban yang benar dari pertanyaan diatas adalah c. bercabang 4. Untuk mengurangi pemberian ukuran yang beriebihan, maka harus digunakan tanda kurung. Penggunaan tanda kurung itu disebut ukuran .... a. Pembantu b. Kedudukan c. Berantai d. Sejajar e. besaran Jawaban yang benar dari pertanyaan diatas adalah a. Pembantu 5. Gambar di atas merupakan sistem penunjukan ukuran .... a. ukuran pembantu b. ukuran kedudukan c. ukuran berantai d. sejajar e. ukuran besaran Jawaban yang benar dari pertanyaan diatas adalah c. ukuran berantai 6. Penunjukan ukuran dengan garis-garis ukur yang ditumpangkan satu sama lain disebut penunjukkan ukuran a. Sejajar b. Berimpit c. Dalam d. Luar e. berantai Jawaban yang benar dari pertanyaan diatas adalah b. Berimpit 7. Penunjukan ukuran gambar yang tidak berkaitan dengan fungsi mendasar sebuah alat disebut …. a. Fungsional b. Nonfungsional c. Pembantu d. Tambahan e. Malfungsional Jawaban yang benar dari pertanyaan diatas adalah b. Nonfungsional 8. Jika penunjukan ukuran ke arah sumbu absis dan penunjukan ke arah sumbu ordinat dengan bidang referensinya di titik nol, maka akan didapat ... a. Koordinat b. Ruang c. Garis d. tiga titik e. dua garis Jawaban yang benar dari pertanyaan diatas adalah a. Koordinat 9. Dalam penggunaan simbo! teknik, simbol berikut yang menyatakan diameter bola adalah ... a. t b. 2R c. S⌀ d. D e. ⌀ Jawaban yang benar dari pertanyaan diatas adalah c. S⌀ ...... 10. Pengukuran benda kerja bubutan terhadap bidang datar/rata, merupakan contoh pengukuran .... a. Datar b. Terukur c. Sumber d. Lengkung e. Referensi Jawaban yang benar dari pertanyaan diatas adalah e. Referensi 11. Apakah yang dimaksud dengan gambar potongan? Gambar potongan adalah gambar yang menuojukkan sebuah potongan dari sebuah bangunan. 12. Bagaimana peletakan gambar penampang potongan jika digunakan proyeksi Amerika? Gambar penampang potongannya diletakkan/berada di belakang arah anak panahnya 13. Sebutkan benda-benda yang tidak boleh dipotong beserta contohnya! Benda-benda yang tidak boleh dipotong, yaitu benda-benda pejal misalnya poros pejal, jari-jari pejal, dan semacamnya dan benda-benda tipis pelat-peiat penguat pada dudukan poros dan pelat penguat pada flens. 14. Jelaskan tentang garis arsir! Gambar arsir digunakan untuk membedakan gambar potongan dari gambar pandangan, dipergunakan arsir, yaitu garis-garis tipis miring. Kemiringan garis arsir adalah 45° terhadap suatu sumbu atau terhadap garis gambar. 15. Gambarkan arsiran pada timah! 16. Bagaimana penunjukkan pengukuran yang berimpit pada suatu benda? Titik pangkal sebagi batas ukuran/ patokan ukuran bidang referensi harus dibuat lingkaran, dan angka ukurannnya harus diletakkan dekat anak panah sesuai dengan penunjukkan ukurannnya 17. Bagaimana aturan penunjukan angka ukur? a. Angka ukur diletakkan di tengah-tengah garis ukur. b. Angka ukur tidak boleh ditulis terpisah dengan garis ukur, jika tidak memungkinkan dapat ditulis di samping asalkan masih di sepanjang garis ukur yang sesuai c. Jika angka ukur ditempatkan di tempat yang memiliki atau terkena arsiran, maka arsiran tersebut tidak boleh mengenai angka ukuran. Arsir harus dihilangkan pada bagian yang diberi angka ukur d. Angka ukur dapat ditempatkan agak dekat salah satu anak panah, agar angka-angka ukur tidak bertumpuk. e. Pada bagian yang sempit, angka ukur boleh ditempatkan di luar garis ukur, sehingga garis ukur diperpanjang,lebih diutamakan diperpanjangke arah kanan. 18. Jelaskan tentang pengukuran koordinat! Pengukuran koordinat didapat dengan melakukan pengukuran berimpit dengan dua arah, yaitu penunjukan ukuran ke arah sumbu x dan penunjukan ukurah ke arah sumbu y terhadap bidang referensinya di 0. 19. Digunakan untuk apa penunjukan ukuran pembantu H dalam gambar teknik? Membantu operator atau pengguna agar tidak menghitung sisa ukurannya. 20. Gambarkan penunjukan ukuran chamfer Jika sudut champer 45°, maka penunjukkan ukuran seperti gambar berikut. Untuk keterangan champer 45 dapat dilihat pada gambar berikut ini 21. Apakah yang dimaksud dengan penunjukan ukuran kedudukan? Penunjukan ukuran kedudukan, yaitu menunjukkan berapa jarak kedudukan lubang atau alur dan bentuk lainnya yang diukur dari suatu bidang patokan ukuran basis ukuran. 22. Bagaimana penggunaan penunjukan ukuran paralel? Penunjukan ukuran sistem paralel/sejajar digunakan apabila penunjukan ukuran dari satu patokan yang sama dan jarak antara setiap lubang tidak begitu berfungsi. 23. Bagaimana aturan garis ukur dan garis bantu ketika kedua jenis garis tersebut digunakan bersama? Garis ukur dan garis bantu ditarik dengan garis tipis, namun harus ada perbedaan antara ketebalan garis bantu dengan garis ukur. 24. Berilah contoh penandaan bidang rata beserta bujur sangkar dalam gambar! 25. Bagaimana penggunaan satuan dalam gambar teknik? Semua ukuran dalam gambar harus ditulis dengan satuan yang sama. Satuan yang digunakan dalam memberikan informasi biasanya dalam milimeter mm. Jika digunakan satuan lain, maka lambang satuan yang digunakan harus ditambahkan di belakang angka, atau diberikan catatan menerangkan satuan yang digunakan 26. Apa yang dimaksud dengan bidang referensi? Bidang referensi adalah bidang batas ukuran yang digunakan sebagai patokan pengukur 27. Jelaskan tentang gambar potongan bercabang! Potongan meloncat pada gambar teknik adalah sebuah metode pemotongan irisan yang bertujuan untuk menyatukan dua obvek yang terpotongdan menampilkanya hanya satu potongan saja. Sehingga cara ini sangat efektif untuk menyederhanakan gambar, penghematan waktu, dan potongan-potongan dalam beberapa bidang sejajar dapat disatukan 28. Sebutkan jenis-jenis sistem penunjukan ukuran! a. Penunjukan ukuran sistem berantai. b. Penunjukan ukuran sistem paralel/sejajar. c. Penunjukan ukuran berimpit. d. Penunjukan ukuran gabungan kombinasi. e. Penunjukan ukuran dalam dan luar. f. Pengukuran terhadap bidang referensi. g. Pengukuran koordinat. 29. Jelaskan fungsi gambar potongan/irisan! a. Untuk memberikan informasi lengkap dari gambar yang berongga atau berlubang perlu menampilkan gambar dengan teknik yang tepat, terutama pada bentuk konstruksi benda yang rumit karena ada garis-garis gambar yang tidak kelihatan. b. Untuk menghindari kesalahpahaman dari kerumitan garis-garis dimaksud, maka perlu ditunjukkan dengan gambar potongan/irisan. 30. Dengan tanda apa arah pemotongan digambarkan? Jelaskan dengan gambar! a. Tanda pemotongan dengan garis sumbu dan kedua ujungnya ditebalkan. b. Tanda pemotongan dengan garis tipis bergelombang bebas. c. Tanda pemotongan dengan garis tipis berzig-zag. 31. Bagaimana peletakan tanda desimal? Tanda desimal diletakkan setinggi dasar angka, dan sebagai tanda desimal digunakan koma. Jika terdapat lebih dari empat angka, maka tidak perlu diberi tanda lain setelah tiap tiga angka. 32. Gambarkan contoh penunjukan ukuran paralel! . 33. Sebutkan ciri-ciri garis potong! Ciri-ciri garis potong adalah sebagai berikut a. Garis potong digambar dengan garis sumbu yang ujungnya dipertebal. b. Garis yang dipertebal juga terdapat pada garis potong yang berubah arah. c. Terdapat tanda dengan huruf besar pada ujung-ujung garis. d. Anak panah sebagai petunjuk arah penglihatan. 34. Berikan contoh gambar penggunaan auxilfiary dimension! 35. Jelaskan ketentuan memberi ukuran dalam dimensi linier! a. Garis ukur dapat langsung ditarik antara garis gambar, tetapi tidak boleh digunakan sebagai garis ukur b. Jika ruang antara garis bantu terlalu sempit untuk menempatkan anak panah, maka anak panah bisa diganti dengan titik. c. Atau dianjurkan membuat gambar detail yang diperbesar. Dalamperkembangannya Microsoft Excel dibuat dalam berbagai jenis platform, semula dalam versi DOS, kini juga ada dalam versi Windows, versi OS/2, versi MacOS dan versi Windows NT. Program Microsoft Excel seperti program jenis spreadsheet pada umumnya, digunakan untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan tabel, angka-angka dan grafik.

Gambar Potongan Sebagian Gambar potongan sebagian disebut juga potongan lokal atau potongan setempat lihat contoh Gambar Gambar Potongan Putar Gambar potongan putar dapat diputar setempat seperti tampak pada Gambar atau dapat juga penempatan potongannya seperti pada Gambar Gambar Potongan Bercabang atau Meloncat Perhatikan contoh Gambar berikut. Garis Arsiran Untuk membedakan gambar proyeksi yang dipotong dengan gambar pandanagn, maka gambar potongan/ irisan perlu diarsir. Arsir yaitu garis-garis miring tipis yang dibatasi oleh garis-garis batas pemotongan. Lihat Gambar di bawah. a Macam-macam Arsiran Hal-hal yang perlu diperhatikan pada gambar yang diarsir antara lain sudut dan ketebalàn garis arsiran bidang atau pengarsiran pada bidang yang luas pengarsiran bidang yang berdampingan pengarsiran benda-benda tipis peletakan angka ukuran pada gambar yang diarsir macam-macam garis arsiran yang disesuaikan dengan bendanya. Sudut dan Ketebalan Garis Arsiran Sudut arsiran yang dibuat adalah 450 terhadap garis sumbu utamanya, atau 450 terhadap garis batas gambar, sedangkan ketebalan arsiran digunakan garis tipis dengan perbandingan ketebalan sebagai berikut lihat tabel Dari tabel di atas kita dapat menentukan ketebalan garis arsiran yang disesuaikan dengan garis gambarnya. Jika garis tepi/gambar mempunyai ketebalan 0,5 mm maka garis-garis arsirnya dibuat setebal 0,25 mm. Sudut dan ketebalan garis arsiran dapat dilihat pada gambar berikut. b Penggarisan Pada Bidang yang Luas dan Bidang Berdampingan Untuk potongan benda yang luas, arsiran pada bidang potongnya dilaksanakan pada garis tepi garis-garis batasnya lihat Gambar Untuk pemotongan meloncat atau pemotongan bercabang, ada bidang-bidang potong yang berdampingan, maka batas-batas bidang yang berdampingan tersebut harus dibatasi oleh garis gores bertitik sumbu dan pengarsirannya harus turun atau naik dan ujung arsiran yang lainnya lihat Gambar c Pengarsiran Benda-benda Tipis Untuk gambar potongan benda-benda tipis atau profil-profil tipis maka pengarsirannya dibuat dengan cara dilabur lihat Gambar d Angka Ukuran dan Arsiran Jika angka ukuran terletak pada arsiran karena tidak dapat dihindari, maka angka ukurannya jangan diarsir lihat Gambar e Macam-macam Arsiran Perhatikan Gambar berikut ini. Keterangan a = Besi tuang b = Aluminium dan panduannya c = Baja dan baja istimewa d = Besi tuang yang dapat ditempa e = Baja cair f = Logam putih chiliad = Paduan tembaga tuang h = Seng, air raksa Ukuran Pada Gambar Kerja Sesuai dengan standar ISO ISO/DIS 128, telah ditetapkan bahwa gambar proyeksi di Kuadran I dan gambar proyeksi di Kuadran Iii dapat digunakan sebagai gambar kerja, dengan ketentuan kedua macam proyeksi tersebut tidak boleh dilakukan/dipakai secara bersama-sarna dalam satu gambar kerja. Gambar kerja adalah gambar pandangan-pandangan, potongan/irisan dengan memperhatikan kaidah-kaidah proyeksi, baik proyeksi di kuadran I Eropa maupun proyeksi di kuadran III Amerika. Gambar kerja harus memberikan informasi bentuk benda secara lengkap. OIeh karena itu, ukuran pada gambar kerja harus dicantumkan secara Iengkap. a Ketentuan-ketentuan Dasar Pencatuman Ukuran Agar tidak menimbulkan keraguan di dalam membaca gambar, maka pada gambar kerja harus dicantumkan ukuran dengan aturanaturan menggambar yang telah ditetapkan, ketentuan-ketentuan tersebut meliputi ketentuan Menarik garis ukur dan garis bantu Menggambar anak panah Menetapkan jarak antara garis ukur Menetapkan angka ukuran Menarik Garis ukur dan Garis Bantu Garis ukur dan garis bantu dibuat dengan garis tipis perbandingan ketebalan antara garis gambar dan garis ukur/bantu lihat Tabel 4. Contoh Menetapkan Jarak antara Garis Ukur Jika garis ukur terdiri atas garis-garis ukur yang sejajar, maka jarak antara garis ukur yang satu dengan garis ukur Iainnya harus sarna. Selain itu perlu diperhatikan pula ganis ukur jangan sampai berpotongan dengan ganis bantu, kecuali terpaksa. Garis gambar tidak boleh digunakan sebagai garis ukur. Garis sumbu boleh digunakan sebagai garis bantu, tetapi tidak boleh digunakan langsung sebagai garis ukur. Untuk menempatkan garis ukur yang sejajar, ukuran terkecil ditempatkan pada bagian dalam dan ukuran besar ditempatkan di bagian luar. Hal mi untuk rnenghindari perpotongan antara garis ukur dan garis bantu. Jika terdapat perpotongan garis bantu dengan garis ukur, garis bantunya diperpanjang ane mm dan ujung anak panahnya. Garis ukur pada umurnnya tegak lurus terhadap garis bantunya, tetapi pada keadaan tertentu garis bantu boleh dibuat miring sejajar/paralel. Sebagai contoh, dapat dilihat pada gambar berikut. Keterangan Garis ukur yang sejajar Garis bantu yang berpotongan tidak dapat dihindarkan Garis sumbu yang digunakan secara tidak langsung sebagai garis bantu Garis ukur yang terkecil ditempatkan di dalam Garis ukur tambahan pelengkap Perpanjangan garis bantu dilebihkan ± 1 mm dan garis ukurnya/ujung anak panahnya Penempatan ganis ukur yang sempit Garis bantu yang paralel jika diperlukan Penulisan Angka Ukuran Penulisan angka ukuran ditempatkan di tengah-tengah bagiar atas garis ukurnya, atau di tengah-tengah sebelah kiri ganis ukurnya. Untuk kertas gambar berukuran kecil maka penulisan angka ukuran pada garis ukur harus tegak, kertas gambarnya dapat diputar ke kanan, sehingga penulisan dan pernbacaannya tidak terhalik. Angka ukuran harus dapat dibaca dari bawah atau dari sisi kanan ganis ukurnya. lihat Gambar Jika kertas gambar diputar ke kiri, akan menghasilkan angka ukuran yang terbalik. Ukuran c pada gambar di atas adalah penulisan angka ukuran yang terbalik. a Klasifikasi Pencatuman Ukuran Benda-benda yang diukur mempunyai bentuk yang bermacammacam, fungsi, kualitas, atau pengerjaan yang khusus. Oleh karena itu pencatuman ukuran diklasifikasikan menjadi Pengukuran dengan dimensi fungsional Pengukuran dengan dirnensi nonfungsional Pengukuran dengan dimensi tambahan Pengukuran dengan kemiringan atau ketirusan Pengukuran dengan bagian yang dikerjakan khusus Pengukuran dengan kesimetrian

Ukuranyang banyak di gunakan adalah seri A. Ukuran ini mempunyai standar yang dinyatakan dengan angka nol di belakang huruf A (A0). Ukuran standar kertas gambar. No . Seri maka kualitas toleransinya terletak pada daerah toleransi berapa? 7i 10i 16i 25i 40i 64i 100i a. Dalam satuan apakah i tersebut? b. Jika ukuran dari produk 64mm

C. Pengarsiran Benda-Benda Tipis Untuk gambar potongan benda-benda tipis atau profil-profil tipis maka pengarsirannya dibuat dengan cara dilabur lihat Gambar 36. Gambar 36. Arsiran benda tipis. D. Angka Ukuran dan Arsiran Jika angka ukuran terletak pada arsiran karena tidak dapat dihindari, maka angka ukurannya jangan diarsir lihat Gambar 37. Gambar 37. Angka ukuran dan arsiran. E. Macam-Macam Arsiran Perhatikan Gambar 38 berikut ini. Gambar 38. Macam-macam arsiran. Keterangan a = Besi tuang b = Aluminium dan panduannya c = Baja dan baja istimewa d = Besi tuang yang dapat ditempa e = Baja cair f = Logam putih g = Paduan tembaga tuang h = Seng, air raksa UKURAN Membaca gambar adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki seorang teknisi, oleh karena itu dalam menyajikan gambar, kita perlu memperhatikan aturan-aturan yang berlaku dalam menggambar, diantaranya ialah memberikan ukuran yang benar dan mudah dimengerti. Dalam kegiatan belajar ini, siswa didik diberikan penjelasan tentang Prinsip dasar dalam memberikan ukuran dan macam-macam pemberian ukuran. A. Prinsip Dalam Memberikan Ukuran. Untuk memberikan penjelasan yang lengkap pada suatu gambar kerja, maka semua keterangan yang diperlukan harus dicantumkan terhadap gambar kerja tersebut. Ukuran dan simbol tanda pengerjakan sebagai kelengkapan gambar harus diberikan secara lengkap, masuk akal, sederhana dan mudah. Ukuran yang kurang lengkap atau meragukan akan menghambat proses produksi karena pelaksanaan dilapangan harus mempertanyakan kembali kepada perencana sehingga proses produksi menjadi lama dan tidak efisien. Oleh karena itu ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalam memberikan ukuran terhadap gambar kerja yaitu sebagai berikut. 1. Harus dipikirkan bagaimana benda tersebut akan dibuat dan ukuran mana saja yang perlu diberikan. 2. Pemberian ukuran tidak boleh terlalu sedikit atau berlebihan tetapi harus merata pada semua pandangan proyeksi. 3. Pemberian ukuran harus masuk akal, efektif dan efisien untuk menghindari kesalahan pada tingkat pelaksanaan di lapangan. 4. Pada benda-benda tuangan perlu juga dipikirkan ukuran-ukuran modelnya. B. Macam-macam Pemberian Ukuran. Dalam pemberian ukuran gambar kerja yang perlu diperhatikan adalah garis-garis penunjukan ukuran, garis bantu ukuran, angka ukuran dan simbol-simbol dalam penunjukan ukuran. Gambar 39. Benda kerja dengan ukuran-ukurannya.

Angkaukuran pada daerah yang diarsir harus diberikan ruang kosong dengan menghindarinya dari garis arsir. Gambar 2.7: Garis ukuran pada gambar yang diarsir . Dalam memberikan ukuran sebaiknya antara bagian luar dan bagian dalam dari suatu benda dipisahkan. Cara pemberian ukuran untuk ujung yang dimiringkan 450 atau 300 adalah sebagai berikut.

25% found this document useful 4 votes5K views5 pagesOriginal Titlesoal potonganCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?25% found this document useful 4 votes5K views5 pagesSoal PotonganOriginal Titlesoal potonganJump to Page You are on page 1of 5 You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Grafikadalah lukisan dengan gambar/garis untuk mengetahui naik turunnya suatu keadaan data yang ada. Semua grafik memiliki tujuan yang sama yaitu memudahkan melakukan analisa sekumpulan data-data angka. Karena jika hanya angka-angka saja akan membutuhkan waktu lama untuk memahami makna dibalik angka-angka tersebut, tapi jika di wakili dengan simbol grafik bisa mempermudah pemahamannya.
100% found this document useful 2 votes3K views5 pagesDescriptionGambar Teknik Kelas XICopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 2 votes3K views5 pagesGambar Teknik Kelas XiJump to Page You are on page 1of 5 You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
DiagonalRuang Balok. Diagonal ruang pada balok adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut yang berhadapan dalam suatu ruang. Untuk memahami definisi tersebut coba perhatikan gambar berikut di bawah ini. Hubungkan titik P dan V, Q dan W, R dan T, atau S dan U. Garis PV, garis QW, garis RT, dan garis SU disebut diagonal ruang.
Jika angka ukuran terletak pada arsiran, maka angka ukurannya....... A. Harus diarsirB. Harus besar ukurannyaC. Jangan diarsir\D. Harus kecilE. Disesuaikan dengan bentuk arsiran​ Jawabanc. jangan diarsirPenjelasanmaaf klo salah
.
  • h4haxjyth3.pages.dev/154
  • h4haxjyth3.pages.dev/154
  • h4haxjyth3.pages.dev/113
  • h4haxjyth3.pages.dev/335
  • h4haxjyth3.pages.dev/71
  • h4haxjyth3.pages.dev/277
  • h4haxjyth3.pages.dev/146
  • h4haxjyth3.pages.dev/47
  • jika angka ukuran terletak pada arsiran maka angka ukurannya