Sampai saat ini TV jenis tabung di tanah air masih banyak digunakan. Meski mungkin para produsen TV sudah tak mengeluarkan jenis TV tabung ini, namun kenyataannya TV jenis ini belum langka. Sayangnya terdapat sejumlah komponen TV tabung yang sering rusak. Penggunaan TV jenis tabung ini masih jadi favorit pada sebagian besar kalangan masyarakat kita ya pasti karena harganya yang sangat terjangkau. Seandainya ada kerusakan pun komponennya TV Tabung dapat dilakukan pembaharuan sehingga kembali dapat digunakan. Lantas apa saja sih komponen TV tabung yang sering rusak itu? Kemudian bagaimana cara mencari komponen TV yang rusak? Nah jika Anda ingin tahu jawabannya, silahkan simak artikel ini hingga tuntas ya. 1. Regulator TV Komponen TV tabung yang sering rusak yang pertama adalah regulator. Namun meski jarang pada beberapa kasus, regulator juga merupakan komponen TV LED yang sering rusak. Regulator adalah salah satu nama dari sebuah komponen tv dan fungsinya adalah untuk melakukan pengaturan tegangan yang merupakan output dari catu daya. Tujuannya agar tegangan yang ada dapat stabil, tidak naik turun. Pada sebuah rangkaian sirkuit mesin televisi, regulator berperan sebagai penyedia tenaga berupa arus listrik bagi beberapa bagian komponen TV. Nah jika suatu saat komponen regulator ini mengalami kerusakan maka akan mengakibatkan TV tidak dapat menyala. BACA JUGA Penyebab TV Tidak Ada Gambarnya Tapi Ada Suaranya Terbatas pada beberapa merek dan model TV, adanya masalah pada regulator yang juga sebagai komponen TV LED yang sering rusak, selain pada jenis TV Tabung, mungkin saja terjadi gejala berupa lampu indikator regulator tetap menyala, namun tidak berfungsi. Yang sering menjadi faktor pemicu kerusakan yang terjadi pada TV tabung di bagian regulator, salah satu contohnya pada komponen TV tabung Sharp, adalah sebagai berikut Terjadinya tegangan listrik yang terlalu tinggi. Menurunnya tegangan listrik. Mengeringnya Elko regulator. Membesarnya tegangan pada basis. Terjadinya konslet pada komponen yang ada di bagian sekunder. Transistor dari regulator sudah expired sehingga soak atau jebol dan rusak. Cara mencari komponen TV yang rusak, dalam hal ini khususnya adalah transistor atau FET atau STR, sangat mudah, yaitu lakukan pencarian dengan memperhatikan 3 tiga ciri utamanya. Ciri yang pertama, bentuknya besar, Ciri yang kedua ada pendinginnya, dan yang ketiga terletak di dekat trafo regulator. Lakukan pengukuran pada sistem transistor dengan memakai alat bernama multimeter. Jangan lupa lakukan pemeriksaan pada bagian drivernya, apakah masih berfungsi secara normal atau tidak. Setelah diketahui jika transistor dari bagian kapasitornya memang rusak, maka segera lakukan penggantian dengan jenis dan model komponen yang sama. Untuk beberapa merek TV jenis tabung yang menggunakan IC, cara untuk melihat kerusakan adalah dengan melihat apakah ada korslet pin VCC IC dengan ground. Pada jenis pesawat TV tersebut, maka komponen TV tabung yang sering rusak bisa langsung dilepas dan dilakukan pergantian dengan komponen yang baru. 2. Transistor Horizontal Kerusakan yang sering terjadi pada TV tabung biasanya juga terjadi pada komponen di blok horizontal, yaitu pada transistornya, atau sering disebut sebagai transistor horizontal. Rangkaian blok horizontal adalah sebuah rangkaian penyedia tegangan arus yang tinggi dari flyback pada tv tabung. Flyback sendiri merupakan penyalur tenaga lapis kedua setelah regulator sekunder. Kerusakan pada rangkaian atau salah satu komponen dari rangkaian akan mengakibatkan TV gelap dan tidak bisa dinyalakan. Hal tersebut karena sirkuit tak memiliki kemampuan untuk menembakkan sinar elektron agar tabung dapat dinyalakan. BACA JUGA Penyebab dan Solusi Mengatasi TV Tiba Tiba Mati Sama seperti pada kapasitor di atas, transistor adalah komponen wajib di dalam blok horizontal, yang pada sirkuit ini berfungsi layaknya sebuah pemutus atau penyambung elektronik berkecepatan tinggi. Hal tersebut terjadi agar trafo pada bagian flyback mampu memberikan tegangan keluar yang diperlukan oleh tabung tv. Sehingga bila komponen ini rusak gejalanya berupa TV tabung hanya akan ada pada mode standby, tidak bisa start. Melihat beban kerjanya yang berat itulah, maka sangat wajar sekali jika komponen elektronik pada rangkaian blok horizontal termasuk jenis komponen TV tabung yang sering rusak. Untuk cadangan transistor horizontal seri yang dapat dibeli adalah transistor 4998 dan transistor C6090 3. IC Vertikal Seperti perangkat elektronika lainnya, komponen pada TV tabung juga akan mengalami kerusakan entah karena paparan faktor luar ataupun karena komponen elektronika dari rangkaian sirkuit TV yang memang sudah aus. Nah IC Vertikal adalah termasuk salah satu komponen elektronik yang sering rusak pada TV jenis tabung. Komponen TV tabung yang sering rusak ini memiliki tugas sebagai penghasil pulsa listrik pada defleksi vertikal di bagian vertikal televisi. Gejala umum yang tampak apabila telah terjadi sebuah kerusakan pada komponen yang ada di bagian vertikal dari TV tabung adalah terlihatnya tampilan gambar yang aneh dan tidak biasa. Gambar yang terlihat hanya akan berbentuk garis lurus mendatar saja. Nah jika tampilan gambar pada TV tabung milik Anda suatu saat berwujud seperti ini, maka sudah pasti telah terjadi kerusakan pada bagian komponen dari IC Vertikal TV. 4. Elco Elco TV tabung adalah salah satu komponen TV tabung yang sering rusak juga. Pada umumnya kerusakan pada penyuplai power Elco 400V / 150uf PSU atau Elco 400 V / 200 uf akan mengakibatkan beberapa hal sebagai berikut Layar yang ada pada TV tabung menjadi bergetar atau goyang. Akibatnya gambar yang ditampilkan akan tampak tidak stabil. Dapat terjadinya kerusakan pada komponen lainnya yaitu Mosfet 7n65c. Trafo switching mengeluarkan bunyi. Cara untuk memperbaikinya hanya satu, yaitu lakukanlah penggantian pada bagian komponen yang rusak dengan komponen baru. Namun ingatlah untuk selalu menggantinya dengan seri atau jenis komponen yang sama, atau penggantinya yang cocok dengan spesifikasi sebelumnya. Daftar Elco TV tabung berdasarkan ukuran yang dapat digunakan antara lain adalah sebagai berikut Elco 1 uf 50v. Elco 47 uf 50v. Elco 10 uf 50v. Elco 100 uf 50v. Elco 1000 uf 35v. Elco 47 uf 160v. Elco 10 uf 250v. Elco 47 uf 35v. Elco 1000 uf 50v 5. Flyback Kerusakan yang sering terjadi pada TV tabung juga dapat terjadi pada Flyback. Flyback sendiri merupakan salah satu komponen TV dan fungsinya adalah sebagai media penyuplai ke berbagai komponen di dalam sebuah sirkuit elektronik. Pada jenis TV tabung, Flyback akan menyuplai tenaga atau power dengan cara memancarkan energi tegangan tinggi pada CRT atau tabung. Bagi yang belum paham CRT adalah sebuah istilah yang merujuk pada TV tabung, yang merupakan kepanjangan dari Chatrode Ray Tube. CRT ini menggunakan tabung emisi untuk menampilkan gambar. Cara untuk memperbaiki kerusakan pada bagian flyback di TV tabung adalah dengan melakukan ganti unit flyback sesuai dengan tipe aslinya. Ciri-ciri umum terjadinya kerusakan pada komponen TV tabung yang sering rusak ini adalah Salah satu pin output flyback tidak ada tegangan. Terjadi panas berlebih pada transistor horizontal. Ada bekas lelehan pada bodi flyback. TV kadang mati sendiri. Demikianlah uraian tentang komponen TV tabung yang sering rusak, semoga dapat bermanfaat.PenyebabKerusakan TV Bagian Vertikal - Ada berbagai Jenis Kerusakan TV yang terkait dengan Gambar. Penybab Kerusakan Inipun juga berbeda. Penybab Kerusakan Inipun juga berbeda. Misalnya saja, Apa Bila Dalam Rangkaian Televisi Khususnya Bagian Vertikal menglami Kerusakan Maka Akan terjadi Gangguan Pada Layar Televisi tersebut.
PenyebabTv Rusak Tidak Ada Gambarnya Tapi Ada Suaranya Dan Cara Memperbaiki nya Jumat, 02 Juni 2017 Edit. Dalam Panduan yang Istimewa Ini Anda akan diajarkan Memahami dengan sangat-sangat Jelas Fungsi Dari Bagian-Bagian yang terdapat Dalam Tv Tabung, Anda juga diajarkan Cara Analisa Kerusakan yang Tujuannya untuk memudahkan Anda NantinyaEncrypting your link and protect the link from viruses, malware, thief, etc! Made your link safe to visit. Mesin TV tabungBagian bagian TV tabung dan gambarnya - kali ini akan membagikan banyak gambar bagian blok TV tabung bagi pemula yang ingin belajar lebih lanjut tentang cara memperbaiki TV tabung. Kita sering mengenal istilah-istilah yang beredar di internet tentang bagian bagian TV tabung tapi tidak tahu letaknya di bagian mana. Untuk yang biasa memperbaiki TV, mungkin sudah paham Link will be apear in 15 seconds. Well done! you have successfully gained access to Decrypted Link. CaraMemperbaiki TV Tidak Ada Suara. 1. Periksa Kondisi Speaker. Pada dasarnya audio atau suara yang keluar dari TV berasal dari speaker dan biasanya setiap tv memiliki setidaknya 2 speaker di bagian kanan dan kiri, jika komponen ini rusak, sudah jelas tidak akan ada suara yang keluar dari tv Anda selain gambar saja.
Size KiBEkstensi File jpgPanjang 699 pxTinggi 699 pxDetail Bagian Bagian Tv Tabung Dan Gambarnya Koleksi No. 42. Silahkan zoom untuk melihat ukuran gambar yang lebih besar dengan mengeklik ke arah gambar. File gambar ini memiliki lisensi tergantung dari penguploadnya berikanlah atribut kepada si pengupload gambar atau ke website ini untuk Bagian Bagian Tv Tabung Dan Gambarnya Koleksi No. 42 Download Gambar Gambar LainnyaDesain Toko Baju Di Pasar TradisionalFoto Sepeda MiniSamsung Wonder SpekLukisan Abstrak Mudah DitiruGaya Foto BoxSchilf SilhouetteStormtrooper GifGambar Pola Lantai Tari MerakPapierflieger VorlageContoh Logo Event OrganizerKarte Algarve KüsteFoto Motor Crf ModifikasiDesain Rx KingEntei LionGambar Vektor Professional Vektor ProfessionalGambar Thank Graffiti
Banyak yang belum menyadari penyebab tv gambarnya setengah, dalam beberapa kasus masalah kerusakan tv seperti ini sebenarnya bervariasi, gambar setengah tersebut juga bisa disertai dengan garis-garis dan juga bisa setengah kebawah atau ketas, dimana penyebab kerusakan pada tv tabung dan lcd berbeda beda. Gambar hanya tampil setengah juga bisa terjadi pada semua merk tv baik itu lcd dan tabung seperti samsung, polytron, sanyo, sharp dan yang lainnya, namanya juga barang elektronik pasti dalam jangka waktu sebentar atau lama akan mengalami kerusakan, ada yang bisa diperbaiki dan ada juga tidak. Pada kesempatan kali ini kami akan memberitahu kepada Anda dan pembaca lainnya mengenai penyebab tv gambarnya setengah dan cara untuk memperbaikinya agar Anda belajar mengenai elektronik, berikut ulasan lengkapnya Penyebab TV Gambarnya Setengah Tabung LCD dan LED Dibawah ini kami akan membedakan menjadi dua versi yaitu pada tv tabung dan lcd atau led, karena pada dasarnya penyebabnya berbeda, mesin didalamnya pun sudah tidak sama walaupun kerusakannya sama yaitu masalah pada Gambar Setengah Pada TV Tabung Biasa pada tv tabung tampilan gambar bisa setengah bisa keatas dan kebawah, potongan gambar tersebut juga biasanya disertai dengan garis garis, walaupun berbeda beda kasus tetapi jika gambar terpotong tetap penyebabnya sama. Langsung saja, kerusakan itu bisa terjadi karena tegangan supplay bagian vertikal tidak sampai kepada ic, terutama pada bagian +, pada dasarnya supplay tegangan tersebut bersumber dari flyback tepatnya -12 dan +12 tegangan vertikal tersebut di supplay dengan tegangan simetris, tetapi Anda bisa langsung mencoba mengganti dioda IN4007 dengan yang normal, agar lebih yakin Anda bisa mengukur dioda tersebut. Baca artikel sebelumnya mengenai cara mengukur Gambar Setengah Pada TV LCD dan LED Kerusakan gambar pada tv led kemungkinan besar disebabkan karena IC COF tidak bekerja yang letaknya ada pada bagian samping panel lcd, jumlah ic ini ada 4 buah, jika salah satu atau semuanya tidak bekerja maka akan menimbulkan kerusakan pada gambar, hal ini terjadi karena jalur ic tersebut putus. Itu berarti Anda harus segera menyambungkan kembali jalur yang putus, untuk mengetahui letak jalurnya Anda bisa membuka plastik pembungkus yang sudah terpasang pada sekeliling IC harus mengukur keempat IC tersebut sampai menemukan yang rusak dengan cara membandingkan tegangannya, jika ada yang berbeda dari yang lain berarti kemungkinan itu bagian yang rusak. Untuk lebih jelasnya Anda bisa langsung menuju sumber karena kami juga mengukutip dari sumber tersebut. Baca Juga Penyebab TV Tidak Ada Gambarnya Penyebab TV Mati Sendiri Cara Memperbaiki TV Bergaris Vertikal Panduan Servis TV Lengkap Kesimpulannya ada beberapa penyebab tv gambarnya setengah yang bisa Anda ketahui dengan membaca artikel diatas yang sudah kami kutip dari beberapa sumber terpercaya, jangan lupa untuk membagikan artikel ini jika bermanfaat, terimakasih sudah berkunjung. GABUNG Gabung Forum Teknisi Indonesia Sekarang! Klik Tombol "Gabung" untuk saling berbagi pengalaman dengan Teknisi Indonesia.
Soretadi dapet panggilan servis tv di desa Bogorejo Kec.Barat,Magetan dengan tv Samsung jenis Slim Fit DNIeJr type CS-21A630BL,tv ini menggunakan IC single dengan seri TDA12156PS/N3/3 dan IC vertikal LA78141 dengan kerusakan gambar hanya tertampil separoh saja,bagian tengah ke atas blank hitam,sedangkan bagian tengah ke bawah normal dengan bagian tengah terlipat gambarnya.ABL Automatic Brightness Level adalah rangkaian yang biasa digunakan untuk mengontrol brightness Cahaya secara otomatis. Ciri-ciri rangkaian ABL; dari salah satu jalur kaki flyback langsung diberi Kapasitor milar ke Ground dan ada Resistor 2-3 buah yang terhubung seri nilainya antara 68K – 150K dari B+ 110V. Audio Output Audio output adalah bagian penguat suara. Fungsingya menguatkan suara/mengeraskan suara. Audio output ini biasanya memakai komponen IC, ada stereo ada mono. Chroma/Matrix Pembangkit Warna Chroma atau biasa disebut Matrix adalah rangkaian untuk pembangkit warna. Rangkaian RGB adalah bagian dari chroma. Chroma dibuat dalam bentuk IC. Pada TV model lama bagian chroma, Osilator, IF dan IC sendiri-sendiri atau terpisah, sedangkan TV model baru saat ini sudah menjadi satu dalam IC. Chroma berfungsi membangkitkan warna yang diproses di dalam IC. Lalu RGB out adalah hasil dari chroma yang diberikan kebagian penguat akhir Blok RGB. Tegangan RGB out dari IC ini yaitu 4 Volt DC. Jika output Iranian language IC ini tidak enzyme maka warna tidak muncul bahkan layar bisa gelap. Defleksi Yoke Defleksi atau Yoke adalah kumparan kawat tembaga yang berfungsi untuk membuka layar secara Horizontal maupun Vertikal. Jadi defleksi terdiri dari 2 macam kumparanya itu Horizontal dan Vertikal. Kawat Horizontal ada didalam, dan Kawat Vertikal ada diluar. Kawat Horizontal sering terbakar dan bisa menyebabkan transistor Horizontal mati. Yoke yang terbakar mengakibatkan lebar gambar kanan dan kiri berkurang. Jika Yoke terbakar segera ganti baru saja karena sudah tidak bisa dipakai lagi, bila dipaksa dipakai maka akan merusak rangkaian Horizontal terutama dibagian output. Apabila anda mau mengganti defleksi/yoke maka yang pertama diperhatikan adalah resistansi kawat horizontal yaitu 1–2ohm. Karena kalau resistansi horizontal ini lebih besar selisihnya maka lebar gambar kiri dan kanan akan berkurang banyak dan ini sulit untuk diakali. Resistansi kawat vertikal yaitu antara 16-20ohm. Untuk kawat vertikal ini kalau bisa jangan selisih banyak. Kalau terpaksa tidak ada yang mendekati dengan resistansi aslinya tidak masalah karena vertikal masih bisa diakali. Tetapi lebih baik usahakan resistansinya yang mendekati aslinya agar tidak kesulitan setting layar. Mengatur pin horizontal dan pin vertikal yaitu pin vertikal didepan dan pin horizontal dibelakang dengan gulungan kawatnya lebih banyak. Degausing Degausing adalah belitan kawat tembaga yang dibuat secara rapi dan dibungkus isolasi hitam yang melingkari tabung dan berfungsi untuk mengendalikan/melindungi tabung agar tidak mudah terkena magnet. Belitan degausing ini ukuran standarnya yaitu 15 ohm – 20 ohm. Kalau dibawah 15 ohm berarti akan short/konslet. Driver Horizontal Driver horizontal adalah penguat osilator horizontal. Driver horizontal terdiri dari dua komponen saja yaitu transistor dan trafo IT. Transistor yang digunakan untuk driver horizontal adalah jenis Transistor NPN dengan kode C atau D. Tegangan Base transistor ini asalnya dari IC osilator yang tertulis H-OUT sebesar 2V. Tegangan kolektor sebesar 50V berasal dari tegangan B+ 110V melalui resistor. Tegangan kolektor ini sebagai input trafo IT kemudian output IT menjadi tegangan AC sebesar 0,5 – 2V. Tegangan AC inilah kuncinya untuk mengetahui mesin TV hidup atau belum. Tegangan ini kemudian ke Base junction transistor output horizontal panel horizontal yang akan membangkitkan kerjanya flyback. Flyback Flyback adalah sebuah kumparan kawat yang berfungsi untuk membangkitkan tegangan tinggi sebesar – 20 – 25KV yang diberikan ke anoda tabung. Flyback dapat bekerja apabila ada tegangan sebesar 110V dan juga ada sinyal dari rangkaian horizontal. Flyback ada 3 kabel yaitu kabel untuk menyalurkan tegangan 25KV yang ada kopnya, kabel fokus dengan tegangan sebesar 3000Volt dan kabel screen sebesar 500 Volt. Contoh cara mengukur Flyback Goldstar/Akari 154-064P atau 154-177B Collector_180v_B+_Ground_16v_24v_40v_ABL_Heater_AFC. Langkah persiapan 1. Multitester pada posisi ohm, X1, X10, atau X100. Usahakan jangan posisi X1K atau 10K karena sangat peka sehingga untuk mengukur pin flyback jarum akan bergerak sedikit semua. Membuat anda bingung. 2. Pada Pin Kolektor, 180V, B+ adalah saling berhubungan. Jadi jika diukur pin kolektor, 180V, dan B+, jarum harus bergerak. Jika salah satu tidak bergerak berarti flyback rusak. 3. Pin B+, 180V, kolektor tidak boleh terhubung dengan pin Ground – 16V – 24V – 40V – ABL – HT – AFC. Jika diukur jarum tidak boleh bergerak. Jika jarum bergerak berarti flyback rusak. 4. Mengukur pin Ground dengan pin yang lainnya yaitu 16V, 24V, 40V, HT, AFC dengan cara bergantian. Jarum harus bergerak, apabila salah satu tidak bergerak berarti flyback rusak. 5. Pin ABL tidak boleh hubung dengan pin manapun. Jadi khusus pada pin ABL jika diukur dengan semua pin tidak boleh hubung. Jika jarum bergerak berarti flyback rusak. Cara Mengetahui Flyback Rusak Secara Fisik terlihat pecah/retak dibodinya bau terbakar/mengeluarkan asap dari bodinya menyemburkan api berwarna biru dari bodinya. Artinya flyback ini masih hidup tetapi bocor, maka perlu diganti. Secara Non-Fisik panel horizontal akan terasa cepat panas jika TV dihidupkan baru beberapa menit atau bahkan baru beberapa detik saja. Dalam kasus ini kemungkinan yang rusak adalah flyback atau defleksi/yoke. B+ 110V jadi short tidak keluar, padahal semua komponen regulator sudah diukur normal. Baik primer maupun sekundernya. Osilator Pembangkit Frekuensi Osilator adalah pembangkit frekuensi atau sinyal yang dibagi menjadi 2 yaitu ada sinyal osilator horizontal dan sinyal osilator vertikal. Yang memiliki tugas sendiri-sendiri, Osilator horizontal membangkitkan sinyal horizontal sebesar Sedangkan Osilator vertikal membangkitkan sinyal vertikal sebesar 50Hz. Sinyal horizontal lebih besar dari pada sinyal vertikal, Sebab sinyal horizontal dipakai untuk membangkitkan kerja flyback, Jadi flyback dapat bekerja bila ada tegangan 110 VDC dari regulator dan sinyal dari osilator horizontal. Bila salah satu tidak normal maka flyback tidak dapat bekerja sehingga mesin TV akan mati total. Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa mesin TV bisa hidup, dengan adanya tegangan 110V dan sinyal horizontal. Walaupun bagian perangkat yang lain belum normal, misal saja vertikal mati atau bagian chroma ada yang bermasalah atau bagian IF bermasalah. Akan tetapi mesin TV sudah bisa hidup walaupun layar gelap dan tidak ada gambar. Oleh karena itu bagian regulator dan horizontal yang merupakan inti/jantungnya mesin TV, harus hidup lebih dahulu terutama untuk TV model baru mulai tahun 2000 keatas, Karena banyak protektornya jadi kalau salah satu bagian tidak bekerja dengan baik, otomatis mesin TV akan mengalami protek/mati hanya lampu indikator yang nyala. Jadi reparasi mesin TV yang banyak proteknya lebih sulit dan butuh ketelitian. Kembali kemasalah osilator. Output Horizontal Output Horizontal atau panel horizontal ialah lanjutan dari driver horizontal yang akan menggerakkan kerja flyback. Tegangan yang dikeluarkan dari driver horizontal dilanjutkan ke output yaitu ke Base Transistor panel. Selain membangkitkan flyback, juga sebagai output ke defleksi/yoke. Penguat Video Penguat video adalah bagian yang berfungsi menguatkan video. Bagian penguat video ini memiliki 3 bagian yaitu video IF, Video Detektor dan Video Driver. Dan masing-masing bagian ini memiliki fungsi sendiri-sendiri. Diantaranya berikut ini Video IF / Penguat IF Intermediate Frequency, berfungsi untuk menguatkan sinyal-sinyal yang diterima dari mixer, kemudian diteruskan ke video detektor. Video Detektor, akan mendeteksi sinyal suara dan gambar kemudian diteruskan ke video driver. Sinyal pembawa suara dideteksi sampai keluarlah sinyal pembawa suara baru FM. Sinyal pembawa gambar dideteksi sampai keluarlah sinyal pembawa gambar yang frekuensinya 15KHZ-5MHZ. Video Driver akan memisahkan sinyal pembawa suara, sinyal gambar dan sinyal sinkronisasi. Sinyal suara diteruskan ke sound IF amplifier. Sinyal gambar diteruskan ke video output. Sinyal sinkronisasi diteruskan ke sinkronisasi separator. Program dan Memory Program adalah rangkaian yang berfungsi untuk mengendalikan semua settingan gambar, seperti channel, volume, brightness, contrast, warna dan sebagainya. Semua diatur dan dikendalikan oleh rangkaian IC program. Lalu data-data disimpan di IC memori. Tegangan yang dibutuhkan oleh IC program dan memori ini adalah 5 Volt. Regulator Regulator / power supply / adaptor pada mesin TV menggunakan sistem Acematic. Maksudnnya acematic adalah tidak menggunakan trafo step down penurun tegangan AC. Tetapi mengunakan Dioda tegangan tinggi sebagai penyearah dan Kapasitor. Kemudian untuk membagi tegangannya menggunakan trafo coper. Penguat regulatornya menggunakan transistor atau STR. Sistem acematic tegangan yang dihasilkan menjadi lebih bagus dan stabil. Regulator ini bertugas mengeluarkan tegangan 110 Volt untuk men-supply flyback. Selain tegangan 110V ada juga tegangan yang lainya itu 12V untuk men-supply IC osilator, tuner atau lainnya. Lalu tegangan 5V untuk keperluan IC program. Tegangan 5V ini juga tugas pokok dari regulator. Jadi kalau saja mesin TV mati total, langkah awal yang bisa dilakukan adalah cek tegangan dari regulator yaitu 110V, 12V, 5V. Ketiga tegangan tsb adalah sumber tegangan paling utama pada mesin TV. Jika ketiga tegangan tersebut sudah normal, tetapi mesin TV masih mati maka langsung saja cek tegangan output dari trafo IT keluar atau tidak. Jika tidak keluar berarti sudah jelas masalahnya dibagian osilator. Block RGB Penguat Akhir Warna Blok RGB adalah rangkaian penguat akhir warna. Tegangan pada rangkaian RGB ini sebesar 180 vdc. Rangkaian RGB model lama memiliki beberapa trimpot untuk pengaturan warna. Kalau TV model baru sudah menggunakan program yang disebut program “Service Mode”. Pada rangkaian blok RGB ada beberapa tegangan diantaranya Tegangan Heater H, Tegangan Katoda Biru/Blue KB, Tegangan Katoda Merah/Red KR, Tegangan Katoda Hijau/Green KG, Tegangan Screen, Tegangan Fokus. Masing-masing tegangan diberikan ke katoda tabung melalui socket yang disebut socket CRT atau socket tabung. Berapa saja tegangan masing-masing katoda? Heater = 6 Volt AC KR, KG, KB = 90 – 125 Volt DC Screen = 250 – 500 Volt DC Fokus = 3000 Volt DC Tuner Tuner berfungsi sebagai penangkap sinyal gambar dan suara dari pemancar. Didalam tuner ada 3 bagian yaitu RF, Osilator dan Mixer. Osilator bertugas membangkitkan frekuensi. Sebenarnya yang berfungsi menangkap sinyal suara dan gambar adalah RF. Kemudian diteruskan ke mixer. Mixer akhirnya menghasilkan frekuensi baru, kemudian di filter menjadi 2 frekuensi yaitu 38,9 MHZ dan 33,4 MHZ. Frekuensi 38,9 MHZ adalah frekuensi pembawa gambar. Frekuensi 33,4MHZ adalah frekuensi pembawa suara. Kedua frekuensi tersebut kemudian diteruskan ke penguat video IF. Vertikal Output Vertikal output adalah rangkaian penguat vertikal bagian output keluaran. Tegangan B+ IC vertikal output ini adalah 24V. Lalu tegangan output yang menuju defleksi/yoke adalah 12 – 16 Volt DC. Seandainya menemukan kasus TV gambarnya hanya garis mendatar ukurlah tegangan output vertikal yang menuju defleksi/yoke ada atau tidak. Tegangan harus dibawah 20 V yaitu 12 – 16V. Bila tegangan lebih dari 20 V maka layar juga akan garis mendatar saja. Bila tegangan output tidak ada sama sekali, ukur dulu tegangan B+ nya 24 V ada atau tidak. Kemudian kalau gambar kurang lebar ke-atas atau ke-bawah, cek saja Kapasitor/elco bagian output, biasanya kering. Selain elco cek juga resistornya atau langsung ganti baru saja resistornya. Cek juga trimpot V-Line & V-Size yang berguna mengatur lebar gambar atas bawah, pada TV model lama pasti ada. Trimpot tersebut sering rusak. Kalau TV model baru, buka dulu service mode-nya dengan menggunakan remot asli dan tombol TV, kadang berubah setingan. .